1. Masyarakat indonesia
adalah masyarakat yang sangat beranekaragam yang terdiri atas berbagai kelompok
etnis, ras, budaya, agama, dan lain-lain, sering disebut masyarakat plural atau
heterogen. Setiap masyarakat di daerah Indonesia memiliki kebudayaan dan ciri
khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat
yang lain. Maka diperlukan sikap toleransi dan saling menghargai hak asasi
manusia sehingga terwujud ideologi yang mengakui perbedaan dalam kesederajatan,
baik secara individual maupun secara kebudayaan. Lebih tepatnya masyarakat
multikultural tidaklah hanya sebagai konsep keanekaragaman secara suku bangsa
atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, akan tetapi menekankan
pada keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan.
Home » Posts filed under Pendidikan Multikultural
Pengertian Pendidikan Multikultural dengan Berbagai Sumber
Pendidikan
multikultural (Multicultural Education) merupakan respons terhadap
perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak
bagi setiap kelompok. Dalam dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan
pengembangan kurkulum dan aktivitas pendidikan untuk memasuki berbagai pandangan,
sejarah, prestasi dan perhatian terhadap orang-orang non Eropa (Hilliard, 1991-1992). Sedangkan secara
luas, pendidikan multikultural itu mencakup seluruh siswa tanpa membedakan
kelompok-kelompoknya seperti gender, etnic, ras, budaya, strata sosial, dan
agama. [1]
Pendidikan
multikultural sebagai perspektif yang mengakui realitas politik, social, dan
ekomomi yang dialami oleh maing-masing individu dalam pertemuan manusia yang
kompleks dan beragan secara kultur, dan merefleksikan pentingnya budaya, ras,
seksualitas dan gender, etnisitas, agama, status social, ekonomi, dan
pengecualian-pengecualian dalam proses pendidikan. Hilda Hernandez (1989:10). [2]
