Wisata ke Bandung

I. TANGKUBAN PRAHU

Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung. Tempat indah ini terletak di daerah Lembang, kurang lebih 30 menit dari Bandung menggunakan kendaraan bermotor.Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik di Jawa Barat. Lingkungan alamnya yang sejuk, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya. Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri.Tangkuban Perahu sebenarnya adalah gunung berapi. Dinamakan tangkuban perahu karena bentuknya yang menyerupai kapal yang terbalik.

Nama Tangkuban Perahu sendiri sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.

Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, sangat kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar gunung tersebut. Tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung.

Jalan menuju Tangkuban perahu, dikiri kanan jalan anda akan melihat hamparan hijaunya kebun teh dan juga barisan pohon-pohon pinus. Namanya juga gunung, sudah pasti setiap saat udaranya sejuk banget. Karena Tangkuban perahu merupakan gunung merapi yang masih aktif sampai saat ini, maka dari dulu sudah banyak terjadi letusan yang meninggalkan kawah sisa letusannya. Saat ini Kawah-kawah tersebut sudah dijadikan tempat wisata.Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.

Jikalau anda berkunjung ke Bandung, luangkan waktu anda mengunjungi tangkuban perahu. Udara yang sejuk, pemandangan yang indah, semuanya akan membuat anda puas. Mengunjungi tangkuban perahu berarti anda telah menikmati wisata alam, wisata lagenda, dan juga wisata belanja. Karena di kawasan gunung ini banyak kita jumpai pedagang-pedagang yang menjual berbagai macam sauvenir, makanan, dll. Di bibir kawah gunung ini anda juga bisa berjalan-jalan dengan menunggangi kuda sewaan, yang semuanya akan menambah kepuasaan anda berwisata. Datang dan Nikmati..!!!

II. MUSEUM GEOLOGI

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

Pengantar

Masa Penjajahan Belanda Keberadaan Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli Eropa. Setelah Eropa mengalami revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, Eropa sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintah Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara. Melalui hal ini, diharapkan perkembangan industri di Negeri Belanda dapat ditunjang. Maka, pada tahun 1850, dibentuklah Dienst van het Mijnwezen. Kelembagaan ini berganti nama jadi Dienst van den Mijnbouw pada tahun 1922, yang bertugas melakukan penyelidikan geologi serta sumberdaya mineral. 
Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisaan dan penyimpanan,sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. 
Gedung Geologisch Laboratorium dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja serta menghabiskan dana sebesar 400 Gulden. Pembangunannya dimulai pada pertengahan tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929. 
Peresmian tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 (Fourth Pacific Science Congress) yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 Mei 1929. 

Masa Penjajahan Jepang

Sebagai akibat dari kekalahan pasukan Belanda dari pasukan Jepang pada perang dunia II, keberadaan Dienst van den Mijnbouw berakhir. Letjen. H. Ter Poorten (Panglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) atas nama Pemerintah Kolonial Belanda menyerahkan kekuasaan teritorial Indonesia kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang) pada tahun 1942. Penyerahan itu dilakukan di Kalijati, Subang. Dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia, Gedung Geologisch Laboratorium berpindah kepengurusannya dan diberi nama KOGYO ZIMUSHO. Setahun kemudian, berganti nama menjadi CHISHITSU CHOSACHO.

Selama masa pendudukan Jepang, pasukan Jepang mendidik dan melatih para pemuda Indonesia untuk menjadi: PETA (Pembela Tanah Air) dan HEIHO (pasukan pembantu bala tentara Jepang pada Perang Dunia II). Laporan hasil kegiatan di masa itu tidak banyak yang ditemukan, karena banyak dokumen (termasuk laporan hasil penyelidikan) yang dibumihanguskan tatkala pasukan Jepang mengalami kekalahan di mana-mana pada awal tahun 1945.

Masa Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950). Pada tanggal 19 September 1945, pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat dan Inggris yang diboncengi oleh Netherlands Indiës Civil Administration (NICA) tiba di Indonesia. Mereka mendarat di Tanjungpriuk, Jakarta. Di Bandung, mereka berusaha menguasai kembali kantor PDTG yang sudah dikuasai oleh para pemerintah Indonesia. Tekanan yang dilancarkan oleh pasukan Belanda memaksa kantor PDTG dipindahkan ke Jl. Braga No. 3 dan No. 8, Bandung, pada tanggal 12 Desember 1945. Kepindahan kantor PDTG rupanya terdorong pula oleh gugurnya seorang pengemudi bernama Sakiman dalam rangka berjuang mempertahankan kantor PDTG. Pada waktu itu, Tentara Republik Indonesia Divisi III Siliwangi mendirikan Bagian Tambang, yang tenaganya diambil dari PDTG. Setelah kantor di Rembrandt Straat ditinggalkan oleh pegawai PDTG, pasukan Belanda mendirikan lagi kantor yang bernama Geologische Dienst ditempat yang sama.

Di mana-mana terjadi pertempuran. Maka, sejak Desember 1945 sampai dengan Desember 1949, yaitu selama 4 tahun berturut-turut, kantor PDTG terlunta-lunta berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pemerintah Indonesia berusaha menyelamatkan dokumen-dokumen hasil penelitian geologi. Hal ini menyebabkan dokumen-dokumen tersebut harus berpindah tempat dari Bandung, ke Tasikmalaya, Solo, Magelang, Yogyakarta, dan baru kemudian, pada tahun 1950 dokumen-dokumen tersebut dapat dikembalikan ke Bandung.

Dalam usaha penyelamatan dokumen-dokumen tersebut, pada tanggal 7 Mei 1949, Kepala Pusat Jawatan Tambang dan Geologi, Arie Frederic Lasut, telah diculik dan dibunuh tentara Belanda. Ia telah gugur sebagai kusuma bangsa di Desa Pakem, Yogyakarta.

Sekembalinya ke Bandung, Museum Geologi mulai mendapat perhatian dari pemerintah RI. Hal ini terbukti pada tahun 1960, Museum Geologi dikunjungi oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Pengelolaan Museum Geologi yang semula berada dibawah PUSAT DJAWATAN TAMBANG DAN GEOLOGI (PDTG), berganti nama menjadi: Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (1950-1952), Djawatan Geologi (1952-1956), Pusat Djawatan Geologi (1956-1957), Djawatan Geologi (1957-1963), Direktorat Geologi (1963-1978), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (1978 - 2005), Pusat Survei Geologi (sejak akhir tahun 2005 hingga sekarang)

Seiring dengan perkembangan zaman, pada tahun 1999 Museum Geologi mendapat bantuan dari Pemerintah Jepang senilai 754,5 juta Yen untuk direnovasi. Setelah ditutup selama satu tahun, Museum Geologi dibuka kembali pada tanggal 20 Agustus 2000. Pembukaannya diresmikan oleh Wakil Presiden RI pada waktu itu, Ibu Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh Menteri Pertambangan dan Energi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan penataan yang baru ini peragaan Museum Geologi terbagi menjadi 3 ruangan yang meliputi Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia. Sedangkan untuk koleksi dokumentasi, tersedia sarana penyimpan koleksi yang lebih memadai. Diharapkan pengelolaan contoh koleksi di Museum Geologi akan dapat lebih mudah diakses oleh pengguna baik peneliti maupun grup industri.

Sejak tahun 2002 Museum Geologi yang statusnya merupakan Seksi Museum Geologi, telah dinaikkan menjadi UPT Museum Geologi. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, dibentuklah 2 seksi dan 1 SubBag yaitu Seksi Peragaan, Seksi Dokumentasi, dan SubBag Tatausaha. Guna lebih mengoptimalkan perananya sebagai lembaga yang memasyarakatkan ilmu geologi, Museum Geologi juga mengadakan kegiatan antara lain penyuluhan, pameran, seminar serta kegiatan survei penelitian untuk pengembangan peragaan dan dokumentasi koleksi.

Pergeseran fungsi museum, seirama dengan kemajuan teknologi, menjadikan museum geologi sebagai :

· Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
· Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.
· Objek geowisata yang menarik.

Pembagian Lantai dan Ruangan

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai Museum Geologi serta fungsi dan isi dari ruangan tersebut.

Lantai I

Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :

· Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.
· Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
· Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya
· Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini

Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.

Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitiv pun belum ditemukan. Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa.

Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.

Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.

Lantai II

Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur

Ruang barat (dipakai oleh staf museum)

Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.

Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.

Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

· Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia.
· Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral
· Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
· Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi
· Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusas gunungapi dan sebagainya.
· Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian.
· Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.

III. AGRO WISATA PERKEBUNAN TEH RANCABALI

Perkebunan Rancabali terletak di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung sekitar 50 KM ke arah selatan dari Bandung. Wilayahnya berada di ketinggian 1.628 m dpl. Perkebunan yang berada di kaki gunung Patuha ini mengelola dua komoditi yaitu teh dan kina Perkebunan Teh Walini memiliki karakteristik:
ü Luas lahan Produktif : 1.700 ha

ü Pabrik : 
1. Rancabali I
2. Rancabali II
3. Rancabali III
ü Berdiri : 1976

ü Pendiri : Bp. Oyok

ü Sejarah singkat :

Pabrik Rancabali berdiri saat perpecahan dari Silumbra 1858 didirikan oleh Belanda pada tahun 1975. Kebun dipisahkan menjadi 2 yaitu Ranabahuni dan Silumbra.

Macam-macam proses pengolahan teh:
1. Teh Hitam (Black Tea):
a. Pengolahan Ortodoks
b. Pengolahan CTC

2. Teh Hijau (Green Tea) à tidak melalui proses fermentasi

3. Teh Putih (White Tea) à yang diambil ujung daun teh yang paling kecil

Alur Pengolahan Teh secara Ortodoks:
1. Pemetikan teh
Pemetikan teh dilakukan dengan interval 12 hari, dengan ciri – ciri: pada daun pucuk terdapat 3 helai daun muda yang baik. Daun muda memiliki ciri: warna daun hijau muda, tidak cacat / terserang hama, permukaan daun halus. Untuk pembuatan Teh Putih (White Tea), hanya memerlukan pucuk daun paling atas. Pemetikan dilakukan tiap hari dengan interval 12 hari. Bisa menghasilkan 50-100 ton per hari

2. Pelayuan
Pelayuan bertujuan untuk:
a) Menurunkan kadar air pada daun dari 80% menjadi 50-55% selama 12-24 jam dengan suhu udara 26,7 oC pada mesin “Withering Room”
b) Untuk memudahkan penggilingan

3. Penggilingan
Penggilingan bertujuan untuk memecahkan sel daun supaya menjadi memar, dirolling selama 50 menit setelah itu diayak sehingga ada 4 bubuk yang berbeda, yaitu:
1. Bubuk I à diambil untuk fermentasi
2. Bubuk II à diambil dan diolah lagi ke mesin MCI / OTM selama 30 menit, setelah itu dibongkar, lalu di ayak kembali dan Bubuk II menghasilkan ampas. Ampas ini masuk ke Waterpad lalu bilas dan menjadi Bubuk III
3. Bubuk III à dengan proses yang sama seperti Bubuk II di atas, dari Bubuk III menghasilkan Bubuk IV
4. Bubuk IV à Bubuk IV ini sudah Badag (tidak bisa diolah lagi karena hanya Bubuk IV = residu)
4. Oksidasi Enjimatis / Fermentasi
Pada tahap fermentasi ini bertujuan untuk unutk: mengumpulkan rasa, aroma, warna air serta ampas. Proses oksidasi ini berlangsung selama 120 menit.

5. Pengeringan / dryer
Setelah tahap fermentasi, teh masuk ke tahap pengeringan dan dikeringkan selama 25 menit. Setelah memasuki tahap ini, teh bisa diminum tetapi masih belum sempurna.

Pada tahap ii, hal yang terpenting adalah kadar air dalam teh, karena kadar air dalam teh tidak boleh lebih ataupun kurang dari 2 – 4%. Bila <2 – 4%, maka teh akan menjadi gosong / hangus. akan tetapi, bila >2 – 4%, teh akan menjadi cepat menjamur.
Kadaluwarsa untuk teh adalah 3 tahun.

6. Sortasi / grading room

Tempat untuk menyortir dan memisahkan antara teh dengan kualitas baik dan kualitas buruk.

Jenis kualitas I:
ü BOP I (Broken Orange Dekton)
ü BOP
ü BOPF
ü Dust
ü BT (Broken Tea)
ü BP
Jenis kualitas II:
ü PF 2
ü Dust 2
ü Dust 3
ü BT 2
ü BP 2
ü Fannin
Jenis Kualitas III:
ü BM
ü PWP
7. Packing
Pada tahap ini, teh yang telah di packing akan segera di distribusikan. Pemasaran ke negara Eropa, Amerika, dan Timur Tengah (90%) serta daerah lokal / setempat (10%) Khasiat teh:
1. Menurunkan kolesterol
2. Menurunkan darah tinggi
3. Melangsingkan badan, minum 10 gelas teh/ hari dengan takaran 2,8 gram teh dan air 100 cc
4. Meningkatkan stamina
5. Menetralisir racun

IV. SITU PATENGAN
Situ Patengan terletak di tengah-tengah kebun teh Perkebunan Rancabali dan Hutan Lindung Kehutanan dengan luas ± 50 Ha di ketinggian 1.600 m dpl. Panorama alamnya begitu indah, Fasilitas yang ada :
ü Villa, kapasitas 3 kamar untuk 15 - 20 orang
ü Perahu Dayung
ü Becak Air
ü Shalter untuk istirahat
ü Tea Corner
ü Kios Cendera mata
ü Tea Walk area
ü Palalangon

Macam-Macam Sumber Polusi Air

Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.

Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.

Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.

Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.

Musibah banjir dapat terbagi dua akibat polusi air antara lain :

1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.
2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (arainase) dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.


Bahaya Dari Akibat Polusi Air
Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut.

Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:
a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
c. Pendangkalan dasar perairan
d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
f. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator
g. Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung
h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia

Pengertian Polusi Air


Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan.
Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila :
1. Kadarnya melebihi batas normal
2. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.



Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.
Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna.


Beberapa contoh polutannya sebagai berikut :
a. Fosfat
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen.
b. Nitrat dan Nitrit
Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic.
c. Poliklorin Bifenil (PCB)
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.
d. Residu Pestisida Organiklorin
Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida padaa tanaman untuk membunuh serangga.
e. Minyak dan Hidrokarbon
Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.
f. Radio Nuklida
Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.
g. Logam-logam Berat
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
h. Limbah Pertanian
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.
i. Kotoran manusia
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

Legenda Pangeran Samudro

Legenda Gunung kemukus utawa Legenda Pangeran Samodra iku asale utawa dikenal neng desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, kabupaten Sragen, 26 kilometer saka tlatah Surakarta mengidul. Neng Gunung Kemukus iku ana sarean kramate Pangeran Samodra sing saiki papane kanggo obyek wisata neng kabupaten Sragen. Saben malem jum’at pon, kuburan kramat Pangeran Samodra iku ditekani wong akeh saka ngendi-ngendi sing biasane arep nggolek pesugihan.

Sejatine sing diarani Gunung Kemukus iku beda karo gunung-gunung liyane, kayata Gunung Merapi, Gunung Merbabu, lan sakpiturute. Gunung Kemukus iku dhuwure mung 300 meter saka permukaan laut. Dadi sakjane Gunung Kemukus iku mung gunung anakan. Jeneng “Kemukus” iku sejatine saka jeneng wit kemukus, kaya wit ringin, nanging ora nduwe sulur (akar gantung). Godhonge bisa dienggo tamba. Ananging sumber liyane nyebutake yen jeneng “Kemukus” kuwi saka tembung “Kukus”, amarga saka gunung kuwi kerep metu keluk sing asale saka obong-obongan menyan sing dadi sarat wong-wong sing padha njaluk berkah neng makam kramate Pangeran Samodra.

Miturut cerita saka masyarakat, Pangeran Samodra iku putrane Pangeran Kadilangu utawa.Sunan Kalijaga sing gagah, bagus, lan tuture alus, ananging yen diusut lewat sejarah, putrane Sunan Kalijaga iku jenenge Sunan Muria. Mulane legenda iku isih mbingungke..


Nalika semana, Kerajaan Majapahit pecah amarga ana pemberontakan Girindrawardana, priyayi-priyayi lan punggawan-punggawan padha mlayu nyelametake awake dhewe-dhewe. Ana sing lunga neng Gunung Tengger, ana sing nyebrang neng Bali. Pangeran Samodra bingung, arep melu lunga apa pilih tetep neng kono.

Tekan Demak, Raden Patah sak rombongane nyiapke pemerintahan dinggo nglawan Girindrawardana sing saiki nguwasani Majapahit. Raden Patah banjur nimbali Pangeran Samodra supaya ngadhep.
“Pangeran Samodra, kapan sliramu bali neng Demak? Wis suwe anggonmu lunga ngemban tugas, ananging kena apa, tekan saiki sliramu ora bali-bali?”, ngomonge Dewi Ontrowulan nalika dheweke ngalamun neng kamar.

Bareng rombongan wis tekan neng dukuh barong, Pangeran Samodra lara meneh.
“Wis ngene wae, gandheng awakku lagi lara, awakku kayane ya ra kuwat, mendhing aku keri neng kene wae. Kowe-kowe padha baliya neng Demak, laporan karo Raden Patah. Karo tulung aturke sembah sungkem kagem kanjeng ibu, Dewi Ontrowulan”. Ngendikane Pangeran Samodra marang prajurit-prajurite.

Nalika prajurit loro mau mangkat lunga neng Demak, larane Pangeran Samudra saya nemen . Pangeran Samodra uwis krasa yen Dheweke wis cedhak karo ajale. Pangeran Samodra paring dawuh marang salah siji prajurite sing isih ngancani dheweke.

“Raden patah, dalem nyuwun pamit, badhe nyusul Pangeran Samodra dhateng Dukuh Barong. Dalem sampun kangen sanget Raden”.

Miturut wong-wong sing padha layat, Dewi Ontrowulan sing nyekseni mayite Pangeran dilebokake neng jogangan kuburan mau ngerti-ngerti ora sadar, seda, lan melu nyemplung neng njero jogangan, dadi siji karo Pangeran Samodra. Akhire Pangeran Samodra lan Dewi Ontrowulan dikubur bareng neng sakjogangan.


“Aja melu-melu para priyayi lan punggawan sing padha pilih nyingkir saka kene Pangeran Samodra. Meluwa aku wae! Aku arep pindhah neng Demak, banjur ngedekke pemerintahan neng kana”, ngendikane Raden Patah.

“Sendika dhawuh Raden”, semaure Pangeran Samodra.
Akhire Pangeran Samodra lan ibu kuwalone, Dewi Ontrowulan pindah Raden Patah neng Demak.
“Wonten dawuh punapa Raden?”.

“Pangeran Samodra, aku iki lagi nyiapke pemerintahan sing kuwat kanggo nglawan Girindrawardana, mula iku kanggo jaga-jaga lan supaya pemerintahane kuwat, aku pengen nglumpukake para priyayi lan punggawan-punggawan sing padha nyingkir, kocar-kacir ora nggenah. Aku ngutus njenengan supaya nggoleki lan nglumpukke para priyayi-priyayi lan punggawan-punggawan sing padha lunga kuwi, supaya pemerintahanne Demak bisa luwih kuwat nglawan Girindrawardana.
“Sendika dhawuh Raden”.

Tanpa kakeyan mikir, Pangeran Samodra langsung nyanggupi. Bareng wis budal, Pangeran Samodra rada kangelan anggone nggoleki para Punggawan lan priyayi amarga dheweke ora ngerti panggonane wong-wong iku saiki lan ana sing sengojo ndelik amarga ngerti yen lagi digoleki dening Pangeran Samodra.

Bareng suwe olehe Pangeran Samodra nggoleki, akhire neng lereng Gunung Lawu, Pangeran Samodra ketemu karo Raden Gugur. Banjur ketemu Raden Bethara Katong, sing biasane dikenal wong nganggo jeneng Adipati Ponorogo, Adipati Madiun, lan akeh meneh sing akhire gelem balik ndukung Raden Patah.

Neng Demak, Dewi Ontrowulan dadi kangen banget karo anak kuwalone, Pangeran Samodra.
Pangeran Samodra wiwit lara-laranen amarga kekeselen.
“Pangeran Samodra, gandheng panjenengan nembe gerah, punapa mboten luwih sekeco panjenengan kondur kemawon dhateng Demak?”, mature prajurit marang Pangeran Samodra.
“Aku wis bener-bener ra kuwat meneh. Kayake aku arep ditimbali Gusti.Yen mengko wis tekan janjiku, dipundhut dening Gusti, tulung aku kuburen neng gunung anakan Kemukus sing panggone sakulone dukuh Barong iki”, ngendikane Pangeran Samodra.

“Ampun ngendikan kados mekaten, Pangeran…”.

Nalika prajurit loro mau tekan Kerajaan Demak Dewi Ontrowulan sedih, krungu kabar yen anake lara. Banjur dheweke njaluk ijin Raden Patah nyusul Pangeran Samodra neng dukuh Barong.
“Ya Dewi Ontrowulan, enggal budhalo”.

Dewi Ontrowula cepet-cepet nyusul Pangeran Samodra neng Dukuh Barong. Atine Dewi Ontrowulan remuk banget nalika tekan panggonan sing dituju, Pangeran Samodra wis seda, lagi arep dikubur neng gunung anakan Kemukus. Ontrowulan nyusul rombongan wong sing nggawa mayite Pangeran Samodra karo nangis sesenggukan. Dewi Ontrowulan rumangsa perlu nyuceni awake sadurunge nyedhak mayite Pangeran Samodra, akhire Ontrowulan adus neng tlogo tilase sing dinggo ngaduse mayite Pangeran Samodra. Bareng wis resik, Ontrowulan nyusul Pangeran Samodra, pas Pangeran Samodra arep dilebokake neng jogangan kuburan.

Jenising Wacana

  1. WACANA NARASI (NYERITAKAKE)
    Wacana  naratif yaiku wacan kang mbudidaya nyritakake prastawa utawa kedadeyan kaya - kaya wong kang maca nyekseni dhewe utawa ngalami dhewe prastawa mau. Utawa wacan kang nyritakake kanthi cetha rerangkening tumindak ing sajroning prastawa, kang winates ing sajroning wektu. wacana narasi iku adate mentingake urutan lan biyasane ana tokoh ing sajroning crita.
    Wacana Narasi ana warna loro :
    1. Narasi Ekspositoris
    Narasi Ekspositoris yaiku wacana kang mung menehi
    katrangan lugu / apa anane. upamane : Siswa nyeritakake kedadeyan ana ing jjero kelas nalika piwulangan Basa Jawa. utawa Jaksa nyritakake kedadeyan rajapati ing pengadilan.


    Tuladha :
    Jam enem Darmi mangkat enyang pasar arep kulakan. teane ngisor wit trembesi dicegat Darmo lan dijaluk dhompete. Darmi mbengok, Darmo bingung terus njupuk watu dithuthukake sirahe Darmi. Darmi tiba klenger, dipindhoni dithuthuk watu maneh. Ngerti yen Darmi mati, Darmo mlayu ngiprit.
    2. Narasi Sugestif
    Narasi sugestif yaiku wacana kang ngracik kanthi runtut nganti bisa nggugah pangangen - angene waong kang maca. upamane : dongeng ( Aji saka ), cerkak, Novel, Roman.

Bedane Narasi Ekspositoris lan Narasi Sugestif :
Narasi Ekspositoris Narasi Sugestif
1. Njembarake wawasan utawa pangerten.
2. Mbeberake katrangan bab prastawa.
3. Adhedhasar nalar supaya padha sarujuk.
4. Basa Informatif, tembung denotatif. 1. Mbeberake makna kang sinandi.
2. Nguripake pangangen - angen (imajinasi)
3. Nalar mung Kanggo nggayuh surasa (makna), yen perlu nalar dilirwakake
4. Basa figuratif, tembunge konotatif
  1. WACANA DISKRIPTIF (NGGAMBARAKE).
    Wacana Diskriptif yaiku wacana kang nggambarake kanthi cetha salah sawijining kahanan (objek), objek mau kaya - kaya ana ngarepe wong kang maca.

  2. WACANA EKSPOSISI (NYERITAKAKE PROSES)
    Sajroing wacana eksposisi dibeberake anane analisa proses nganggo cara narasi. Narasai kang mengkono mau diarani narasi ekspositoris/ narasi teknis, awit ancas kang tinuju titise katrangan ngenani sawijining prastawa kang dibeberake. Dadi ancase wacana eksposisi yaiku maparake, njlentrehake ( menjelaskan), ngaturake informasi, mengajarkan lan nerangake sawijining bab tanpa didhasari supaya pamaos bisa nampa utawa narima. Wacana elsposisi adate digunakake kanggo mbabarake pengetahuan / ilmu, definisi, pengertian, langkah - langkah sawijining kagiyatan, metode, cara, lan proses dumadine sawijining prastawa utawa bab. tuladhane upamane carane gawe sabuk saka kulit, tas kulit, carane gawe tahu lan sapanunggalane.

  3. WACANA ARGUMENTASI (PANEMU)
    Wacana argumentasi yaiku wacana kang mbudidaya kanggo ngowahi panemune wong liya, supaya percaya lan wusanane tumindak jumbuh karo kang dikarepake panulis/ kang ngomong.

  4. WACANA PERSUASI ( PANGAJAK).
    Paragrap persuasi iku sambugane saka kembangane saka paragrap argumentasi. persuasi sepisanan ngandharake gagasan nganggo alesan, bukti, utawa tuladha kanggo nyakinanke pamaos. banjur dibarengi nganggo ajakan, bujukan ,rayuan, imbauan utawa saran marang pamaos. bedane paragrap argumentasi lan paragrap persuasi. paragrap argumentasi kang dadi bakune yaiku salah benere gagasan / pendapat. nek paragrap persuasi ngarep - arep supaya pamaos melu karo kekarepane panulis..

Pengelolaan Piutang Dagang


Pengertian dan Klasifikasi
Piutang adalah hak atau tuntutan kepada pihak lain atas uang, barang atau jasa. Namun padda uumnya dapat diartikan sebagai tuntutan keuangan terhadap pihak lain, baik terhadap perseorangan maupun badan.
Piutang perusahaan dapat dibedakan antara lain:
-  Piutang dagang adalah penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit.
-  Piutang non dagang adalah transaksi yang terjadi bukan karena penjualan barang dagang.
- Piutang wesel adalah piutang yang ditimbul atas penjualan kredit barang dagang yang disertai dengan surat perjanjian.

Peralatan dan perlengkapan
- Buku jurnal penjualan
- Buku jurnal umum
Buku jurnal penerimaan kas
- Kartu piutang
- Formulir daftar saldo piutang
- Formulir daftar usia piutang
Formulir surat penagihan
- Formulir surat pernyataan
- Alat tulis kantor

Organisasi yang terlibat :
 A. Bagian Sekretariat
 B. Bagian Kasa
 C. Bagian Piutang
 D. Bagian Penagihan
 E. Bagian Jurnal

Pencatatan Mutasi Piutang
a. Dokumen Transaksi
    -  Faktur penjualan
    -  Bukti penerimaan ka
    -  Memo kredit
    -  Bukti memorial
b. Prosedur Pencatatan, menggunakan beberapa metode diantaranya :
    - Pencatatan piutang  metode konvensional
    Dalam buku besar disediakan satu akun piutang untuk setiap debitor dan mutasi akan dicatat dibuku jurnal yang terkait
    - Akun buku besar piutang sebagai rekening kontrol
      Kartu piutang sebagai buku pembantu dan buku besar disediakan satu akun untuk mutasi piutang secara keseluruhan. Transaksi ini mengakibatkan terjadinya mutasi piutang, antara lain:
       a) Pencatatan transaksi penjualan kredit
       b) Pencatatan transaksi retur penjualan tunai
       c) Pencatatan transaksi penerimaan kas dari piutang
       d) Pencatatan transaksi penghapusan piutang
    - Pencatatan piutang metode posting langsung dalam kartu piutang
     Bagian penagihan tiap hari membuat  faktur penjualan yang akan diserahkan ke bagian piutang yang dicatat dalam kartu piutang dan bagian jurnal hanya mencatat total harga faktur.